Wednesday, August 15, 2018

Sambut Hut RI, Ratusan Masyarakat Raja Ampat Ramaikan Karnaval Budaya


Ratusan  masyarakat Raja Ampat yang terdiri dari etnis dan golongan, tua muda bahkan anak-anak sekolah turun ke jalan untuk meramaikan karnaval budaya yang digelar pemda Raja Ampat guna memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Indonesia tahun 2018. 

Acara karnaval yang berlangsung Selasa, 14 Agustus 2018 dengan mengambil titik star dari Pantai Waisai Torang Cinta atau Pantai WTC tersebut selanjutnya melewati jalan-jalan utama di Kota Waisai-Kabupaten Raja Ampat dan berakhir di Halaman Kantor Bupati Raja Ampat.
Sejumlah etnis atau suku Nusantara yang berada di Raja Ampat hadir dalam acara bertajuk budaya tersebut dengan menampilkan pakaian dan tarian khas daerahnya masing-masing.

Tak ketinggalan tarian suling tambur dan tarian khas masyarakat asli Raja Ampat memimpin karnaval budaya tersebut. Sejumlah anak-anak sekolah dari berbagai lembaga pendidikan di Raja Ampat hadir dengan menggunakan pakaian profesi-profesi tertentu seperti polisi, tentara, dokter, rohaniawan, bahkan hingga pakaian ASN. Tidak saja masyarakat dari berbagai etnis, karnaval budaya tersebut juga dihadiri pegawai di Pemda, BUMN, Perwakilan Organisasi Wanita, Tokoh Agama bahkan juga nampak Bupati dan Ketua Tim Penggerak PKK Raja Ampat mengambil bagian dan hadir bersama masyarakat dalam Karnaval Budaya tersebut.

 Pemda Raja Ampat menyambut positif atas terlaksananya karnaval budaya dalam rangka HUT ke-73 RI tersebut. Bupati AFU sapaan Abdul Faris Umlati menyampaikan terima kasih atas dukungan dan keterlibatan masyarakat Raja Ampat dalam kegiatan tersebut.

 AFU menjelaskan keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa dan daerah. Bagi Raja Ampat, kata AFU keberagaman budaya tersebut sebagai kekuatan dan potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata Raja Ampat.

 "Saya menyampaikan kepada semua peserta bahwa tujuan kita mengkuti kegiatan ini agar semua tau adat istiadat kita yang sangat banyak dan sangat khas di Negeri kita tercinta baeragam macam budaya suku adat budaya semua berbeda tetapi kita semua satu yaitu Indonesia".

 Karnaval budaya ini diikuti 41 peserta dari berbagai dinas di Pemda kabupaten Raja Ampat, panguyubuan, kerukunan, lembaga pendidikan (Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menangah Pertama, Sekolah Dasar, TK/PAUD), Organisasi Wanita seperti Tim Penggerak. PKK. Selain karnaval budaya, Pemda Raja Ampat juga menggelar sejumlah pertandingan dan perlombaan, diantaranya adalah jalan sehat, gerak jelan, lomba kebersihan lingkungan, tarik tambang dan panjat pinang. Sementara itu puncak Peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia tersebut akan dilaksanakan di Pantai Waisai Torang Cinta dengan inspektur upacara Bupati Raja Ampat yang dilanjutkan tabur bunga di Pelabuhan Waisai, Kabupaten Raja Ampat.

Pemda Berkomitmen Tingkatkan Status RSUD Raja Ampat ke Tipe C


Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat berkomitmen mewujudkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Kabupaten Raja Ampat yang selama berakreditas tipe D menjadi  rumah sakit yang berakreditasi tipe C.  Komitmen itu ditandai dengan penandatangan dan rapat tertutup antara Bupati Raja Ampat dengan seluruh jajaran pengelola RSUD Raja Ampat, Rabu 15 Agustus 2018.

Penandatangan dan rapat dengan pengelolaa rumah sakit ini dihadiri Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas, S.Pi, M.Si, Sekertaris Daerah Kabupaten Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si, Anggota DPRD, Albert Mayor, S.Ag, serta sejumah pejabat eselon II di Lingkungan Pemda Raja Ampat.

Dihadapan direktur rumah sakit dan jajarannya, Bupati Abdul Faris Umlati, SE mengatakan menyambut baik dan memberi apresiasi positif terhadap semua stakeholder yang telah bekerja menguatkan dan meningkatkan status RSUD Raja Ampat sebagai Cetra Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Raja Ampat.

“Dan melalui penandatangan pomitmen ini diharapkan dapat membangaun komitmen bersama dalam pelaksanaan program bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan di Raja Ampat,” kata Abdul Faris Umlati.

Ditambahkannya, masalah kesehatan bersifat multidimensi, lintas batas antar wilayah. Oleh karena itu, jelasnya, tanggungjawab  pembangunan  kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, provimsi dan kabupaten /kota serta stakeholder.
Salah satu upaya yakni peningkatan atau standar rumah sakit sehingga bisa memberikan layanan kesehatan yang prima bagi masyarakat.

Diharapkannya dengan adanya peningkatan status ini turut memdorong upaya peningkatan kualitas layananan kesehatan, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, manajemen RSUD yang profesional sehingga rumah sakit Raja Ampat dapat memberikan layanan Kesehatan bagi Masyarakat Raja Ampat.
 "Satu keharusan kita menuju ke RSUD yang berstandar tipe C. Kinerja itu adalah hal yang utama, Maka mari  kita bangun komitmen dan kerja sama yang baik untuk mewujudkan masyarakat Raja Ampat sehat,” tandas AFU sapaan Abdul Faris Umlati, SE

Wednesday, August 1, 2018

LPPD Raja Ampat Raih Medali Emas dan Perunggu Pada Event Internasional Choir Festival di Bali

Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Raja Ampat belum lama ini mengikuti event International Choir Festival yang diselenggarakan diselenggarakan di Denpasar, Bali tanggal 24-28 juli 2018.


Pada event yang mengikuti serta peserta paduan suara sebanyak 40 orang tersebut, LPPD Raja Ampat meraih medali emas dan perunggu. Medali Emas diraih melalui cabang lomba kategori Paduan Suara Tarian Etnik, sedangkan sedangkan medali perunggu diraih melalui cabang lomba paduan suarat kategori Gospel Spiritual.

Wakil Ketua LPPD Raja Ampat, Ferdinand Rumsowek, SKM, M.Kes menjelaskan tujuan LPPD Raja Ampat mengikuti kegiatan International Choir Festival 2018 di Denpasar, Bali adalah untuk meningkatkan mental spiritual dan menambah jam terbang bagi peserta dan pengurus LPPD Raja Ampat serta menjalin kebersamaan dalam paduan suara musik gerejawi.

 Dijelaskannya, pada event ini LPPD Raja Ampat mengikutkan peserta lomba paduan suara, 29 orang, kondaktor/dirigen 1 orang, official/pelatih 2 orang dan pengurus LPPD Kabupaten Raja Ampat sebanyak 4 orang, musisi 4 orang sehingga total keseluruhan rombongan 40 orang.

 Adapun jenis lomba yang di ikuti peserta paduan suara LPPD Raja Ampat antara lain lomba pentas tarian etnik yang dibawakan adalah Tarian Bintaki dan Lomba Panduan Suara Gospel Spiritual.

Bupati Kabupaten Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE memberikan apresiasi atas capaian LPPD Raja Ampat. “Ini adalah kebanggaan yang dirasakan bersama dan merupakan suatu hal yang harus dievaluasi bersama, yang artinya bagaimana peran kita bersama dalam mengikuti kegiatan ataupun event-event yang lain. Kemenangan ini merupakan suatu hal yang luar biasa,” ujar Abdul Faris Umlati, SE.

 “Atas nama pemerintah dan masyarakat saya patut menyampaikan terima kasih,” tambah Abdul Faris Umlati.

Ia menjelaskan pemerintah daerah dalam hal ini tetap akan selalu mensuport dan mendukung penuh atas keberhasilan yang telah didapatkan atas prestasi anak-anak Raja Ampat pada event berskali internasional. Ia menambahkan prestasi yang telah dicapai ini merupakan motivasi yang perlu dibanggakan dalam diri sendiri dan memberikan daya dukung didalam langkah,untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

“Kita bisa menjadi apa saja kalau kita menjaga diri. Prestasi yang perlu dijaga untuk masa depan atau event lain di hari esok agar lebih baik lagi,” tambahnya.

Pemerintah daerah tetap mendukung dalam hal peningkatan prestasi yang lebih besar lagi dalam mengikuti perlombaan nasional ataupun tingkat internasional. “Dalam hidup ini, kegagalan hanya menjadi pelajaran besar dan berharga, apa yang hari ini kita raih menjadi motivasi bagi kita semuasmuasaja pada peserta dan pengurus LPPD sendiri, kami pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Raja Ampat merasa bangga,dan perlu harus sama-sama kita pertahankan kejayaan negeri ini,” kata Abdul Faris Umlati yang sedikit memberi dorongan dan motivasi.

Monday, July 30, 2018

Kepulauan Ayau: "Surga" Tersembunyi di Beranda Terdepan NKRI

Indahnya Pasir Putih di Kepulauan Ayau, Raja Ampat/Foto: dessy sanadi


Kepulauan Ayau-Kabupaten Raja Ampat dikenal sebagai beranda terdepan NKRI di Provinsi Papua Barat. Gugusan kepulauan yang berbatasan langsung dengan Republik Palau ini memiliki memiliki pesona dan panorama alam yang sangat luar biasa. 

Selain memiliki potensi perikanan, wilayah yang berada di sebelah utara Pulau Waigeo Raja Ampat ini merupakan kawasan  yang kaya dengan potensi wisata. Pesona-pesona wisata pada wilayag yang  berada di dua distrik atau kecamatan yakni Distrik Kepulauan Ayau dan Distrik Ayau ini bagaikan surga yang terpendam, "surga" tersembunyi di Papua Barat.
Keindahan alam Kepulauan Ayau tak kalah dengan sejumlah obyek wisata yang sudah sangat terkenal di Raja Ampat seperti Wayag, Painemu dan obyek-obyek wisata di Wilayah Kepulauan Misool. 

Sebagaimana tempat wisata umumnya di Raja Ampat, Kepulauan Ayau juga memiliki pasir putih nan mempesona. Semua pulau-pulau yang membentuk gugusan kepulauan Ayau memiliki potensi wisatanya masing-masing. 

Pulau-pulau itu adalah Pulau Meosbekwan, Pulau Abidon, Pulau Urbabo, Meosmandun, Pulau Kanober, Pulau Meostukan, Pulau Dorekhar, Pulau Rutum, Pulau Reni, Pulau Yenkawar, Pulau Meosros, Pulau Fani dan beberapa pulau lainnya. 

Pulau-pulau ini selain memiliki pasir putih yang indah juga terdapat taman laut yang sangat luar biasa  dan benar-benar memanjakan mata. Bahkan  karang atol yang indah dan sangat cocok untuk ativitas atau kegiatan wisata diving ataupun snorkling.  

Keindahan-keindagan di Ayau benar-benar tak bercacat. Boleh dikatakan "sempurna".  Lautnya biru. Jernih dan menakjubkan. Karena itu aktivitas bermain di air. Berenang dan berendam di air laut jernih sangat sangat cocok bagi pemula. 

View dan bentang alam Kepulauan Ayau juga sangat cocok dokumentasi pra wedding. So, bagi yang mau  pra weddingnya bernuansa bahari dan alam laut yang indah, datanglah di Ayau. 

Sayangnya aksesibilitas kesana masih sangat sulit.  Transportasi laut adalah satu-satunya jalan menuju ke Kepulauan Ayau. Sementara itu, hanya ada satu bandara yang terdekat yakni Bandara Kabare-Distrik Waigeo Utara. Namun butuh beberapa jam lagi untuk bisa jangkau kepulauan Ayau.  Dari  Kabare wisatawan harus menyewa speedboat untuk mencapai Kepulauan Ayau. 

Selain dari Kabare, Wisatawan juga bisa menyewa speedboat dari Kota Waisai-Ibukota Kabupaten Raja Ampat atau dari Kota Sorong-Papua Barat. 

Hidup dan berada ditengah-tengah masyarakat Kepulauan Ayau merupakan suatu pengalaman yang indah dan unik. Selain ramah, masyarakat Ayau juga masih mempertahankan budaya khas Raja Ampat seperti budaya suling tambur dan mansorandak. Juga memiliki kuliner khas seperti Sinole pray, papeda, cacing laut/insonem, ikan asin & kue dari tombong kelapa. Asyik bukan??

Kondisi Terumbu Karang di Raja Ampat


























Sunday, July 29, 2018

Api Obor Asian Games 2018 Disambut Meriah di Raja Ampat

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati,SE didampingi Gubernur berlari membawakan obor Asian Games 2018 mengelilingi Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Kamis 26 Juli 2018/Foto: M.Yusup

Api Obor Asian Games 2018 akhirnya tiba di Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Kamis, 26 Juli 2018 lalu.  Kedatangan Obor Api Asian Games 2018 ini mendapat sambutan yang antusias dan meriah  dari warga Kabupaten Raja Ampat.

Sejak pukul 14.00 Wit warga Raja Ampat dari berbagai kalangan telah memenuhi jalan-jalan utama di Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Warga ingin melihat dan menyaksikan dari dekat Obor Asian Games 2018.

Ratusan siswa Raja Ampat mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas membuat pagar betis pada rute Obor Asian Games 2018 mengelilingi Kota Waisai Raja Ampat. Bahkan dibeberapa titik tertentu terdapat barisan warga yang mengenakan seragam adat dari berbagai wilayah di nusantara untuk menyambut Obor Asian Games 2018.

Sekitar pukul 16.47 Wit Obor Asian Games tiba di Pelabuhan Waisai-Kabupaten Raja Ampat dengan menggunakan KRI Angkatan laut yang  sebelum singgah di Obyek Wisata Piaynemo Raja Ampat. Obor Asia Games 2018 dibawah oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan didampingi Kapolda Papua Barat,  Brigjen Pol. Rudolf Alberth Rodja, Dandim 1704 Sorong,  Letkol Inf. Andar Dadiyanto Panggabean, S.IP serta atlet nasional yang menyertai Kirab Obor Asian Games 2018 di Wilayah Nusantara.

Kedatangan peserta Kirab Obor Asian Games 2018 disambut oleh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE diiringi tarian adat oleh warga Raja Ampat. Beberapa saat kemudian, Obor Asian Games diarak keliling Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat oleh para atlet daerah dan nasional. Sebelum ditempatkan di Kantor Bupati Raja Ampat, Obor Asian Games 2018 ini sempat singgah di Pantai Pantai Waisai Torang Cinta sebagai salah obyek wisata di ibukota Kabupaten Raja Ampat.

Setibanya peserta Kirab Obor Asian Games 2018 di Raja Ampat mendapat sambutan yang sangat positif dari Pemerintah Daerah. Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati mengakui Kirab Obor Asian Games 2018 yang singgah di Raja Ampat memiliki makna historis dan bersejarah bagi Raja Ampat khususnya dan Papua Barat umumnya.

“Hari ini kita menyaksikan peristiwa sejarah yakni pawai Obor Asian Games yang melintas dibeberapa wilayah Indonesia, termasuk Raja Ampat. Hal ini adalah sebuah kebangaan bagi masyarakat Raja Ampat dan merupakan kado terindah bagi kita semua. Untuk itu saya memberikan apresiasi dan menyampaikan selamat datang rombongan Kirab Obor Asian Games 2018 di Raja Ampat.

“Penyelangraan Asian Games itu suatu yang langkah karena di lakukan 4 tahun sekali dan diikuti 45 Negara yang ada di Asia. Berarti kurang lebih 190 tahun lagi obor ini boleh jadi ada di Raja Ampat,” tambah Abdul Faris Umlati.

Ia meminta masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan kegiatan Torch Relay Asian Games 2018 khususnya selama Obor Asian games berada di Raja Ampat.  

“Mari kita jaga api Obor Asian Games ini. Semoga Kirab Obor Asian Games 2018 ini membawa berkat bagi Raja Ampat. Semoga api obor ini membakar semangat kerja sama dan kekompakan membangun Raja Ampat,” harap Abdul Faris Umlati.

Hal senada disampaikan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan. Ia memberikan penghargaan kepada Pemerintah Pusat, khususnya Panitia Asian Games 2018 yang telah memilih Tanah Papua Barat sebagai tempat persinggahan Kirab Obor Asian Games 2018.

Mandacan, sapaan akrab Dominggus Mandacan berharap kiranya kehadiran Obor Asian Games di Papua Barat membakar semangat dan motivasi anak-anak Papua Barat untuk terus berprestasi diberbagai bidang khususnya bidang olahraga.

“Tadi saya bersama pak Kapolda, Pak Danrem lari bawahkan obor. Maksudanya apa? Untuk memberi motivasi kepada masyarakat dan anak-anak kita untuk berprestasi dibidang olahraga. Obor itu menyala. Membakar semangat kita utk prestasi,” ujar Mandacan dihadapan ribuan masyarakat Waisai, Kabupaten Raja Ampat.

Mandacan juga mengajak masyarakat Papua Barat untuk berdoa bagi atlet-atlet tanah air yang ikut berlaga pada Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. By. Petrus Rabu



Monday, July 16, 2018

Rayakan HUT Bhayangkara ke-72, Tiga Anggota Polres Raja Ampat Dapat Penghargaan





Rayakan HUT Bhayangkara ke-72,
Tiga Anggota Polres Raja Ampat Dapat Penghargaan



Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia baru saja merayakan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72 Tahun 2018. Peringatan HUT Bhayangkara ke-72 tahun 2018 dilaksanakan diseluruh jajaran Polri dari pusat hingga ke daerah.

Di Raja Ampat, peringatan HUT Bhayangkara ini diwarnai dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah penghargaan bagi anggota Polri yang memiliki prestasi yang baik tidak saja dalam melaksanakan tugas pokoknya tetapi juga mampu membangun kerja sama yang dengan baik masyarakat.

Karena itu bertepatan dengan puncak peringatan HUT Bhayangkara yang berlangsung di Pelataran Kompleks Polres Raja Ampat, Rabu 11 Juli 2018 lalu, Kapolres Raja Ampat memberikan bagi tiga anggota Polres Raja Ampat,   masing-masing adalah Bripka,  Hendrik Baransano, SH  karena memiliki kedekatan dengan unsur masyarkat yang sudah terjalin dengan baik serta sering menyelesaikan berbagai persoalan (problem solving),  Bripka Syarifuddin yang telah memperkasai pembagunan mesjid untuk warga masyarakat perumahan 300, Brigadir Mochammad Figih Samudra Aby Racmadani yang telah mendirikan tempat belajar mengaji untuk anak-anak binaanya.


“Selaku pimpinan saya patut memberikan apresiasi kepada anggota Polres Raja Ampat yang terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat serta terlibat secara nyata dalam berbagai aktivitas sosial ditengah masyarakat yang kita layani,” ujar Kapolres Raja Ampat, AKBP Edy Setyanto Erning, SIK saat memberikan penghargaan kepada anggotanya.
 
Sementara itu, peringatan Hut Bhayangkara ke-72 di Lingkungan Polres Raja Ampat dihadiri sejumlah pejabat, baik dari Pemda Raja Ampat, TNI, DPRD Raja Ampat, tokoh masyarakat, dunia usaha dan tokoh agama di Raja Ampat.

Presiden Joko Widodo dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Kapolres Raja Ampat AKBP. Edi Setiyanto Erning W. SIK  menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh anggota Polri di tanah air yang dengan penuh kesungguhan melayani bangsa dan negara mulai dari perkotaan hingga ke daerah-daerah pedalaman dan terpencil.
 
“Saya yakin apa yang dilakukan oleh setiap anggota polri adalah wujud pengabdian terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara,” ujar Joko Widodo dalam pidato tertulisnya.
Jokowi menegaskan bertepatan dengan momentum peringatan hari Bhayangkara ke-72 tahun 2018, Bangsa Indonesia masuk dalam daftar 10 negara teraman di dunia berdasarkan Law and Order Index yang dikeluarkan oleh lembaga riset Internasional Gallup's Law and Order.
 

“Ini sebuah capaian yang membanggakan kita semua, sebuah capaian yang harus kita jaga dan pertahankan,” terang Jokowi.

Kendatipun demikian Jokowi tetap ingatkan anggota Polri agar tidak cepat puas diri tetapi terus  berkarya untuk menjaga keamanan bangsa dan negara dari berbagai ancaman dan gangguan yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
 
“Saya minta agar seluruh anggota Polri jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada dalam menjalankan tugas. Selalu mengembangkan diri dan melakukan terobosan-terobosan untuk terus mengatasi berbagai ancaman yang ada. Polri harus selalu melakukan pemetaan yang terjadi dalam masyarakat. Selanjutnya, segera lakukan langkah-langkah pencegahan,” tegas Joko Widodo dalam pidatonya
 

Wednesday, June 27, 2018

Rental Mobil Di Waisai Raja Ampat 0822 3888 8788

Untuk teman-teman atau wisatawan yg butuh kendaraan atau mobil rental di Waisai-Raja Ampat
Hubungi nomor tlpn: 0822.3888 8788

Terima kasih
Salam hormat

Friday, January 19, 2018

Bijak Memilih di Tahun Politik

Tahun ini disebut "Tahun Politik"  karena ada 171 daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota menggelar pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau bisa disebut Pemilukada. Data terakhir yang direaless Komisi Pemilihan Umum kurang lebih 569 kontestan pasangan Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah yang siap bertarung, 4 pasangan di tolak. Dari data itu, ada 17 daerah yang melaksanakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, sisanya pemilihan bupati dan wakil bupati. Jumlah keseluruh calon adalah 1146 calon (laki-laki 1045, perempuan 101).  (sumber: detik.com)

Tahapan penyelengaraan pemilukada pun tengah berlangsung. Tensi politik memanas. Suhu politik mulai mendidih dan tentu sangat terasa di daerah-daerah yang akan menggelar pesta pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Tahun ini kita juga pasti akan mendengar berbagai janji, bahkan beribu-ribu janji politik ditawarkan. Entah dalam bentuk kampanye terbuka ataupun kampanye tertutup. Janji-janji politik itu mungkin sudah mulai terdengar. Ada yang masih sayup-sayup. Atau mungkin ada sudah terdengar keras dan kencang walaupun masih terselubung.

Tahun ini kita juga akan mendengar pemaparan visi dan misi dan program kerja masing-masing calon. Halaman-halaman surat kabar, media online, pamlet, baliho pasti penuh dengan gambar, foto dan profile para kandidat.

Yang jelas semua peserta kompetitor pemilukada pasti menawarkan program-progam muluk untuk menarik simpati. Semua pasangan calon atau paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah, tim sukses dan segala tetek bengeknya pasti berbicara soal kesejahteraan dan  kemakmuran. Bahkan kelak kita pasti juga akan diimingi-imingi sejumlah uang atau biasa dikenal dengan sebutan "money politik" untuk memilih calon tertentu.

Bijak Memilih

Menghadapi tahun politik yang penuh hingar-bingar ini tentunya selaku pemilih kita diharapkan untuk bijak memilih. Hak otoritas menentukan pemimpin itu ada ditangan kita. Itulah nafas dan nadi pokok demokrasi yang kita anut. Kedaulatan politik itu ada ditangan kita. Karena itu kendatipun kita diperhadapkan dengan berbagai propganda dan janji-janji politik, selaku pemilih kita diharapkan bijak dalam menentukan pilihan.

Bijak berarti kemampuan menggunakan akal pikiran dalam menentukan sikap terhadap setiap keadaan atau peristiwa sehingga apa yang kita putuskan itu memancarlah keadilan, membawa kedamaian batin dan kebahagian serta sejahteraan bagi orang lain. Oleh karena itu, bijak atau bijaksana dalam memilih merupakan sebuah kemampuan dan kecermatan kita dalam menentukan pilihan yang tepat terhadap calon kepala daerah yang kelak akan memimpin kita dan membangun daerah atau bangsa kita yang tercinta.

Orang yang bijak adalah orang yang berani menolak dan mengatakan tidak terhadap setiap tindakan yang mengadaikan hak pilihnya sebagai hak otoritas dan hak kedaulatannya kepada kesenangan yang bersifat sementara seperti uang, materi dan janji-janji yang belum tentu mendapatkan kepastian.

Memilih Pemimpin

"Bijak Memilih di Tahun Politik" berarti kita secara bijak  memilih dan menentukan pemimpin yang akan memimpin dan membawa kita kearah yang lebih baik. Pemimpin yang benar-benar mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang dipimpinnya.  Itulah makna pokok dilaksanakannya pemilikada yang digelar selama lima tahunan sehingga masyarakat selaku pemegang hak kedaulatan dapat menentukan pemimpinnya sendiri.

Bijak  berarti kita benar-benar arif dan bijak sana dalam menentukan pilihan siapa yang akan memimpin kita. Memilih itu memang gampang-gampang susah. Tetapi jika kita memiliki hati dan pikiran yang cerdas maka kita pasti mampu menempatkan pilihan dengan benar.

Orang bijak adalah orang yang memilih pimpin bukan karena faktor keluarga atau sedarah. Bukan juga faktor agama, suku, bahasa ataupun memilihkan karena kepentingan tertentu. Itulah makna dan esensi dasar dari azas umum pemilukada yakni langsung umum bebas dan rahasia. 

Namun persoalanya bahwa banyak paslon yang berkompetisi. Dari berbagai sumber saya coba uraikan dimensi pemimpin yang benar-benar pemimpin, setidaknya yang berkarakter. Dan pemimpin yang berkarakter itu memiliki dimensi sebagai berikut;

Pertama, Inspiratif.  Artinya seorang pemimpin itu hadir untuk memberikan motivasi dan inspirasi pada orang yang dipimpinnya  untuk untuk menghasilkan hal yang luar biasa dengan sumber daya yang terbatas. Kata dan tindakannya harus menjadi teladan yang memberikan harapan bagi yang dipimpinnya.

Kedua, visoner. Artinya memiiliki visi yang jelas untuk masa depan. Kemana akan dibawa daerah yang dipimpinnya Visi itu sebagai cita-cita, impian dan harapan yang akan dicapai oleh masyarakat yang dipimpinnya.

Ketiga, interigas. Paul J. Meyer menyatakan bahwa "integritas itu nyata dan terjangkau dan mencakup sifat seperti: bertanggung jawab, jujur, menepati kata-kata, dan setia.

Jadi, saat berbicara tentang integritas tidak pernah lepas dari kepribadian dan karakter seseorang, yaitu sifat-sifat seperti: dapat dipercaya, komitmen, tanggung jawab, kejujuran, kebenaran, dan kesetiaan.

Keempat, taktis. Artinya memiliki taktik yang jitu untuk mewujudkan visinya. Ia harus mampu menerjemahkan inspirasi dan visi yang ia punya menjadi program-program yang praktis, serta terukur keberhasilannya. Ia tidak boleh hanya bicara besar, namun tak bisa bekerja.

Kelima, terbuka dan tidak bangga diri. Artinya mampu menerima perbedaan pendapat. Ia mampu menerima perbedaan pandangan hidup. Ia melihat kritik sebagai tanda cinta yang perlu untuk dihargai.

Keenama, karya bersama. Artinya semua keberhasilan dalam pembangunan bukan hasil kerjanya sendiri. Namun ia menyadari bahwa semua keberhasilan itu adalah kebanggaan bersama. Sering kali kita menemukan pemimpin yang menepuk dada bahwa semua capaian di daerah yang dipimpin merupakan hasil keringatnya. Pimpinan yang berkarakter pemimpin akan mengakhui semua keberhasilan atau pun kegagalan dalam suatu daerah merupakan hasil kerja karya bersama seluruh elemen masyarakat.

Setidaknya point ini menjadi refrensi bagi kita dalam menentukan pemimpin yang bijak di tahun politik ini. Sebenarnya masih banyak lagi yang menjadi kriteria dan keutamaan seorang pemimpin. Semoga ini hanya menjadi refrensi untuk melengkapi cara pandang dan bekal bagi kita dalam memilih dengan bijak di tahun politik ini, dalam memilih kepala daerah kita masing-masing.

#Salam
#Tulisan ini pernah dimuat di Kompasiana

Saturday, January 13, 2018

Peluang Investasi Perikanan di Raja Ampat

Siapa yang tak kenal Kabupaten Raja Ampat? Kabupaten yang  secara administrasi berada di Wilayah Provinsi Papua Barat ini tidak saja kaya di bidang pariwisata, tetapi Raja Ampat juga kaya dengan potensi perikanannya. Selama ini potensi perikanan tersembunyi dibalik kemasyuran perkembangan sektor pariwisata yang membuat menggemparkan dunia. 
Tapi sejatinya jauh dibawah dasar perairan Raja Ampat yang mencapai 80 % dari luar Raja Ampat menyimpan kekayaan perikanan yang luar biasa. Kekayaan itu seperti "raksasa" dan harta karun tersembunyi di dasar samudera bahari Raja Ampat. 
Jauh sebelum sektor pariwisata menggemparkan dunia, sandaran masyarakat Raja Ampat yang saat ini mencapai kurang lebih 37.000 jiwa sesungguhnya bersumber dari sumber daya laut.Bahkan saat ini ketergantungan itu terus berlanjut disamping kegiatan dan usaha wisata lainnya. 
Ilustrasi:Facebook Marlon Mambrasar
Ilustrasi:Facebook Marlon Mambrasar
Catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat menunjukkan bahwa potensi lestari perikanan tangkap perairan Raja Ampat sebesar 590.600 ton/tahun dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sekitar 472.000 ton/tahun. Dan selama ini perikanan tangkap tersebut 80% adalah masyarakat Raja Ampat dan beberapa yang datang dari Kota Sorong atau pun Kabupaten Sorong. 
Rio Bartolomeus Imbir, S.Pi selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Raja Ampat menenggarai sejauh ini sumberdaya yang telah dimanfaatkan sekitar 38.000 ton/tahun, sehingga peluang pemanfaatan masih sekitar 434.000 ton/tahun. 
https://www.wwf.or.id
https://www.wwf.or.id
Hal tersebut merupakan kesempatan bagi nelayan setempat untuk meningkatkan perekonomian dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya perikanan "Ini merupakan peluang investasi yang besar bagi masyarakat Raja Ampat," kata Rio Bartolomeus di Waisai Raja Ampat. 
Dalam suatu penelitian yang cepat pada tahun 2001 dan 2002, Lembaga Conservation International Indonesia (CII) bekerjasama Lembaga Oseanografi Nasional (LON) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan bahwa perairan Raja Ampat merupakan perairan terkaya dan terlengkap di dunia dengan Keanekaragaman Hayati Laut. 
Penelitian tersebut menyebutkan jenis-jenis ekosistem perairan Raja Ampat Karang Keras sebanyak 553 jenis (75 % dari jenis karang dunua), Ikan Karang : 1,427 jenis, Kerang- kerangan : 699 jenis, Ikan Endemik :15 jenis, Paus dan Lumba2, 15 jenis, Duyung : 1 jenis, Penyu : 5 jenis, berbagai jenis Pari (Manta), Berbagai jenis Hiu unik : Wobbegong dan "Kalabia (Hiu berjalan)", dan berbagai jenis kuda laut. Peluang Investasi Melihat potensi yang besar ini maka peluang investasi di bidang perikanan sangat terbuka lebar di Raja Ampat. Tinggal saja siapa yang memiliki kemauan untuk mengola potensi lestari yang sedemkian hebat tersebut. 
Peluang Investasi Perikanan
ilustrasi: info.maritim
ilustrasi: info.maritim
Ada pun berbagai peluang dalam mengembangkan dan meningkatkan usaha perikanan tersebut seperti kegiatan perikanan budidaya baik budidaya kerapu, budidaya napoleon, budidaya teripang, budidaya lobster kegiatan budidaya seperti budidaya ikan-ikan karang (Kerapu dan Napoleon), rumput laut, mutiara dan teripang. Juga berbagai kegiatan budidaya lainnya. 
Investasi dibidang perikanan ini juga ditunjang oleh keanekaragaman yang dimiliki Laut Raja Ampat tinggi, tetapi juga terjadi persilangan ekosistem dan spesies antara dua benua yakni Benua Asia dan Benua Pasifik. Kondisi perairan Raja Ampat pun tergolong sangat baik bagi perkembangbiakkan ekosistem laut. Suhu permukaan laut berkisar sekitar 28 derajat Celsius dan di kedalaman tertentu mencapai 27 derajat Celsius. Cahaya matahari pun menembus kedalaman laut hingga 30 meter, tentu saja ini sangat baik bagi terumbu karang dan ikan-ikan laut Raja Ampat. 
Hanya saja untuk kegiatan investasi di bidang perikanan Raja Ampat perlu memperhatikan aspek-aspek konservasi sebab sumber daya alam Raja Ampat tetap lestari dan berkelanjutan hingga anak cucu.
Pengembangan Pariwisata
Kendatipun Raja Ampat memiliki peluang yang besar di sektor perikanan tetapi sampai saat ini pemerintah masih fokus pada pengembangan pariwisata. Sebab kegiatan dan usaha- usaha wisata merupakan kegiatan minim dampak negatif terhadap kerusakan ekosistem terumbung karang Raja Ampat. 
Geliat pengembangan usaha wisata sudah nampak disejumlah kampung dan pulau seperti pengembangan hotel, homestay dan resort di Raja Ampat sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat kegiatan wisata di Raja Ampat. Hanya ada beberapa investasi dan usaha perikanan budidaya seperti budidaya mutiara baik di Misool Selatan, Bantanta maupun kawasan daerah Waigeo Barat dan sekitanya. 
Untuk mendukung pengembangan pariwisata, pemerintah dan masyarakat Raja Ampat juga telah menetapkan sejumlah kawasan konservasi. Ada enam kawasan kawasan konservasi yang telah ditetapkan antara lain kawasan konservasi Selat Dampir, Kawan Konservasi Ayau-Asia, Kawasan Konservasi Misool Selatan, Kawasan Konservasi Teluk Mayalibit dan Kawasan Konservasi Kofiau-Boo. Pengembangan kawasaan konservasi ini selain bertujuan menjaga ekosistem terumbu karang Raja Ampat tetapi menjadi tempat bertelur dan berkembangan biaknya ikan.
Tantangan
Luasnya wilayah perairan Raja Ampat menjadi tantang tersendiri dalam pengembangan investasi perikanan di Raja Ampat. Pada sisi lain sebagai daerah yang berkembangan tentu Raja Ampat masih terbatas pada sarana dan prasana penunjang. Karena biaya atau kost pengembangan investasi perikanan di Raja Ampat sangat tinggi. 
Hal lain bahwa kekayaan periaran Raja Ampat seperti magnet bagi pencuri. Karena itu tantangan terbesar yang masih dihadapi masyarakat dan pemerintah Raja Ampat saat ini adalah adanya kegiatan ilegal fishing oleh oknum-oknum tertentu seperti pemboman dan penangkapan ikan dengan menggunakan potasiun.    
Mengatasi hal ini, pemerintah dan masyarakat Raja Ampat terus melakukan sosialiasai dan pendekatan hukum sehingga kegiatan mulai berkurang.  Dan diharapkan kedepan semua pihak turut menjaga dan melestarikan ekosistem perikanan Raja Ampat. 
Salam
Tulisan ini sudah dimuat https://www.kompasiana/petrus.rabu