Sunday, March 27, 2016

PARIWISATA RAJA AMPAT TAK SEKEDAR KEINDAHAN BAWAH LAUT

Siapa yang tak kenal Raja Ampat? Kabupaten yang berada di ujung barat tanah Papua ini, tepatnya di wilayah Pemerintahan Provinsi Papua Barat merupakan kawasan yang kaya dengan potensi wisata bahari, lebih khususnya wisata diving dan snorkling.

Kekayaan alam bawah lautnya inilah yang membuat nama Raja Ampat terkenal ke manca negara. Sebenarnya kekayaan pariwisata Raja Ampat tidak saja sebatas kekayaan bawah laut dengan berbagai jenis karang dan zatwa bawah laut.

Namun Raja Ampat juga memiliki kekayaan dan keanekaragaman bahasa dan budaya. Kalau anda pernah ke Raja Ampat, anda pasti mendengar upacara mansorandak, anda pasti dengar suling tambur, tarian lalayon, tarian wor, yosin pancar serta berbagai adat kebiasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Raja Ampat.

Kolaborasi antara keindahan alam bawah laut dengan keragaman budaya tersebut melahirkan suatu lukisan alam yang luar biasa dan tak mampu diurai dengan kata. Lukisan indah itu membentang dari Misool Sampai Ayau dan dari Salawati sampai Pulau Gag. Dan banyak pihak mengakui bahwa Tuhan tersenyum ketika menciptakan Raja Ampat.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE mengatakan Raja Ampat adalah kawasan yang kaya dengan potensi pariwisatanya. karena itu Sektor Pariwisata ini akan terus dikembangkan melalui kegiatan Gempar Emas Raja Ampat.
"Kekayaan pariwisata ini akan dikelola dengan baik untuk mendatangkan kemakmuran masyarakat Raja Ampat, " kata Faris sapaan Abdul Faris Umlati, SE

Presiden Jokowi mengatakan Raja Ampat ini surga kecil yang jatuh ke bumi. Sedangkan tentang kekayaan bawah laut, presiden Jokowi mengakui Raja Ampat merupakan kawasan terbaik untuk snorkling dan diving. Itu kata jokowi di akun twitternya.
Nama Raja Ampat memang sudah menggema seantero jagad. Kunjungan wisatawan pun baik lokal maupun manca negara terus meningkat. Ditahun 2015 kunjungan wisatawan ke Raja Ampat mencapai angka15.000 wisatawan. Dampak kunjungan ini sangat terasa setelah Sail Raja Ampat 2014.

Obyek-Obyek Wisata

Ada begitu bangak obyek wisata menarik di Raja Ampat. Obyek wisata itu tersebar di 1.847 pulau. Dan setiap pulau memiliki karakteristiknya masing-masing.

Selama ini yang dikenal masyarakat luas hanyalah wilayah-wilayah tertentu. Sebut saja misalnya wayag, Painemo, Teluk Kabui, Batu Pencil, Pasir Timbul, pulau Manswar, Arborek, Teluk Mayalibit, Misool dan Batanta.

"Sejatinya seluruh Raja Ampat merupakan daerah yang indah. Dan kita tak mungkin semuanya harus diperkenalkan sekalian, tapi harus satu persatu," kata Kadis Pariwisata Yusdi Lamatenggo, S.Pi, M.Si di Waisai belum lama ini.

Namun untuk mengelilingi semua obyek-obyek wisata itu diperlukan budget yang besar karena wilayah Raja Ampat merupakan wilayah perairan. Dimana luas wilayah perairan mencapai 80% dari luas Raja Ampat.

Maka tak heran presiden Jokowi mengatakan bahwa pariwisata Raja Ampat adalah pariwisata ekslusif. Karena memang untuk menjangkau titik demi titik obyek wisata hanya melalui laut.

Titik-titik spot penyelaman pun tersebar dihampir semua wilayah perairan Raja Ampat. Mulai dari Misool dan sekitarnya, kofiau dan sekitarnya, pulau Waegeo dan sekitarnya, Salawati dan sekitarnya, Batanta dan sekitarnya,painemo dan sekitarnya, Wayag dan sekitar, kepulauan Ayau dan sekitarnya.
Jika anda ingin menikmati setiap spot penyelaman yang ada maka anda membutuhkan waktu yang lama dan biaya tak sedikit untuk menjelahi Raja Ampat.

Bagaimana ke Raja Ampat

Ada dua jalur untuk mencapai Raja Ampat yakni udara dan laut. Untuk jalur udara maka pintu masuk adalah Bandara Sorong.

Saat ini Raja Ampat sudah memiliki bandara namun masih melayani pesawat perintis yakni Susi Air yang melayani penerbangan Sorong-Waisai setiap senin, rabu dan jumat.

Demikian juga jalur laut. Setiap hari ada kapal-kapal reguler dari Sorong ke Waisai dan sebaliknya. Kapal-kapal tersebut berangkat setiap pkl. 14.00 Wit dari pelabuhan rakyat Kota Sorong. Juga dari pelabuhan Waisai.

Setelah tiba di Waisai, Wisatawan bebas memilih kemana dia mau berwisata. Boat-boat sewa telah siap di Pelabuhan Waisai. Harganyapun variatif tergantung obyek wisata yang hendak dituju. By. Petrus Rabu


No comments:

Post a Comment