Saturday, December 19, 2015

NATAL DAN MAKNANYA BAGI KITA

Tak terasa kita sudah memasuki bulan Desember 2015. Dan sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 2016. Di masa peralihan waktu ini,  dipenghujung dan diawal tahun ini umat kristiani di seluruh dunia merayakan Natal, tepatnya 25 Desember. Tentunya Natal tidak saja sebagai acara seremonial semata atau sekedar formalitas semata tetapi Natal sebagai perayaan untuk mengenang kelahiran Isa Almasih 2000 tahun silam tersebut harus menjadi momentum untuk menata dan memperbaiki kehidupan.

Bicara tentang makna dan pesan Natal tentunya kita akan berhadapan dengan berbagai makna.  Natal memiliki beragam makna dan pesan yang bisa kita petik, yang tentunya sesuai dengan pengalaman dan realita hidup yang kita alami. Dari sekian makna dan pesan yang tergandung dalam perayaan Natal tersebut saya  menangkap tiga makna dan pesan penting yang mungkin bermanfaat bagi perjalanan kita baik di dalam keluarga, ditempat kerja tetapi juga dalam kehidupan  kita sehari2 dalam membanagun relasi bersama dengan yang lain dalam masyarakat. Perlu dicatat bahwa tulisan ini berdasarkan refleksi pribadi.

Pertama: Natal Sebagai Perubahan.

Natal selain sebagai peristiwa memperingati dan mengenangkan kelahiran Yesus Kristus untuk menyelematkan manusia dari  dosa tetapi Allah mau menunjukkan hakekat dirinya yang mau terlibat dan mengambil bagian dalam hidup manusia. Disitu ada makna perubahan. Karena itu Natal tidak saja dipandang dari sisi jasmani tuk mengenang kelahiran sang juru selamat. Tetapi didalamnya ada makna iman. Allah benar-benar mau mengambil bagian dalam kehidupan manusia. Disitu ada proses perubahan. Karena itu jika kita tarik dalam kehidupan kita sehari-hari maka pesan ini sangat penting bagi kita sehingga kita sebagai manusia ini benar-benar Hidup sebagai keluarga Allah sebagaimana teman Natal Tahun 2015: HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH.
Hidup bersama sebagai keluarga sangat diperlukan perubahan sikap dan perilaku sehingga kita benar-benar secara utuh hidup dalam keluarga Allah.

Kedua: Kesederhanaan

Kesederhanaan merupakan nilai yang selalu disampaikan atau diajarkan para pemuka agama dari peristiwa Natal. Yesus yang lahir dikandang hewan para gembala di Kota Betlehem merupakan suatu hal yang mengajarkan kita bahwa hidup tak perlu bermewah-mewah dan berfoya-foya. Kita hadir didunia untuk mengambil bagian dalam penderitaan orang lain. Hidup sederhana dalam seluruh aspek kehidupan memberi kesempatan bagi kita untuk membantu orang lain. Karena itu hidup sederhana yang tidak disertai dengan aksi menolong dan membantu orang lain tidak memiliki manfaat apa-apa. Itu hanya memperkokoh egoisme kita sendiri.

Ketiga: Natal itu damai

Kelahiran Yesus didunia merupakan peristiwa perdamaian. MelaluiNya, Allah mau mendamaikan hubungan Manusia dengan Allah. Allah mengutus putraNya untuk membebaskan manusia dari belunggu dosa. Dalam Natal, Manusia yang sebelumnya jauh kini dipersatukan dan hidup dalam lingkaran keluarga Allah karena ia sudah dibebaskan dari maut dosa.
Karena itu Natal mengajarkan kita untuk membangun kehidupan ini dengan damai. Jika sebelumnya kita tak pernah damai, saling membenci, berbeda pendapat, bermusuhan maka peringatan Natal harus menjadi momentum perdamaian.

Sebenarnya masih banyak makna dan pesan Natal yang kita petik dan jadikan pegang dalam membangun kehidupan kita didunia. Semoga Natal 2015 membawa manfaat yang besar bagi kita dalam menyambut dan menjalani kehidupan kita di Tahun 2016.

No comments:

Post a Comment