Thursday, July 30, 2015

PULAU SAGAWIN AKAN JADI DESTINASI WISATA ROHANI

Pulau Sagawin Akan Menjadi Destinasi Wisata Rohani Terbaik di Tanah Papua

Pulau Sagawin yang terletak di Selat Sagawin, Distrik Salawati Barat_Kabupaten Raja Ampat akan menjadi destinasi Wisata Rohani Terbaik di Tanah Papua setelah Pulau Mansinam di Kabupaten  Manokwari.

Memang tak banyak orang mengenal pulau kecil ini. Pulau yang membatasi Pulau Salawati dan Pulau Bantanta ini memiliki peran strategis bagi tanah Papua karena pulau lebih kenal sebagai pulau pertama atau pintu masuk bagi tanah Papua.

Karena posisinya yang strategis maka Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dibawah kepimpinan Bupati Marcus Wanma dan Wakil Bupati, Inda Arfan membangun monumen rohani berupa patung Tuhan Yesus Yang Memberkati di atas pulau ini.

"Kita membangun patung Tuhan Yesus memberkati disini supaya semua orang yang masuk di Tanah Papua diberkati dan membawa damai di tanah ini," ujar Marcus Wanma saat pertama kali membangun monumen tersebut beberapa waktu yang lalu.

"Sebagaimana kita ketahui bersama ini selat Sagawin ini merupakan pintu masuk bagi tanah Papua khususnya yang melalui jalur laut," tambahnya.

Selain memiliki nilai religius, pembangunan Tugu Tuhan Yesus Memberkati tersebut bertujuan sebagai pengembangan wisata rohani. Diharapakan dengan adanya patung monumen  tersebut akan menjadi daya tarik wisata tersendiri di Raja Ampat khususnya wisata rohani.

Dan ini akan menjadi destinasi wisata rohani terbaik di Tanah Papua. Karena selain patung yang tingginya 20 Meter dan dudukan/landasan 4 Meter. Pulau ini juga memiliki pesona wisata yang sangat menarik. selain pesona didaratnya berupa pohon-pohon tinggi menjulang tetapi tepian pantai pulau sangat cocok bagi para wisatawan selam.  Inilah yang membedakan keberadaan monumen ini dengan monumen lainnya.

Hari ini, Rabu 29 Juli 2015, Bupati Raja Ampat, Drs. Marcus Wanma, M.Si didamping Kepala Dinas Pekerjaan Umum, M. Antony Nasution, Kadis Perhubungan dan informatika, Ir. Becky Rahawarin, MM, Kadis Kelautan dan Perikanan,  R. Bertholomeus Imbir, S.Pi meninjau perkembangan pembangunan tugu tersebut. Hasil pantauan menunjukkan pekerjaannya mencapai 90 % tinggal finishing berupa penataan taman, lampu dan pagar.

Dari hasil kunjungan tersebut juga direncanakan pembangunan rumah singgah bagi wisatawan, penataan dermaga dan pelabuhan serta beberapa fasilitas pendukung lainnya.

"Rencananya pada bulan Oktober 2015, Monumen ini akan diresmikan makanya pekerjaan finishing akan dipercepat agar cepat diresmikan dan digunakan," ujar Marcus Wanma di Pulau Sagawin, Rabu 29 Juli 2015. (Pr)

No comments:

Post a Comment