Wednesday, July 1, 2015
Profil: Drs. Marcus Wanma, M.Si: PEJUANG PEMBANGUNAN KAMPUNG YANG MENGHANTAR RAJA AMPAT KE PENTAS DUNIA
Drs. Marcus Wanma, M.Si mengawali tugasnya sebagai bupati di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat dengan memprioritaskan pembangunan kampung. Lulusan Administrasi Negara dari STIA LAN RI Ujung Pandang tahun 1987 itu dan Master Ekonomi Pembangunan UGM Yogjakarta tahun 2000 itu membuat kebijakan khusus dengan tujuan menjadikan Kabupaten Raja Ampat sebagai daerah tingkat II termuda dan termaju di Provinsi Papua Barat.
Setiap kampung mendapat kucuran dana otonomi khusus sebesar Rp. 100 juta. Ini masih ditambah dengan dana APBD sebesar Rp. 100 juta tahun (2008), dan meningkat ditahun 2009-sekarang sebesar Rp. 150 juta perkampung. Dana tersebut dikelola oleh masyarakat kampung sesuai dengan kebutuhan kampungnya masing-masing. Hasilnya, lapangan kerja terbuka, dan perekonomian masyarakat setempat menggeliat.
Tak hanya membangun perekonomian, tapi Drs. Marcus Wanma, M.Si yang lahir di Asukweri 27 Agustus 1950 itu juga memperhatikan pembangunan mental. Gereja dan mesjid didirikan sehingga umat Kristen dan muslim bisa beribadah dengan baik. Bahkan memberikan bantuan biaya naik haji bagi pemuka agama muslim dan wisata rohani bagi pemuka agama Kristen.
Suami dari Salomina Sokoy Wanma, S.Kep serta ayah dari tiga orang ini juga mengirimkan pemuda Raja Ampat untuk menimba ilmu diberbagai perguruan tinggi setempat. Hasilnya di 2010, tercatat 40 pemuda Raja Ampat menyelesaikan pendidikan di akademi keperawatan dan kebidanan atas biaya pemda setempat. Di penerbangan, 25 pemuda Raja Ampat telah mendalami ilmu penerbangan di Curug, Tanggerang. Mereka dipersiapkan menjadi teknisi mesin pesawat, navigator bahkan menjadi pilot.
Drs. Marcus Wanma, M.Si yang kembali terpilih memimpin Raja Ampat 2010-2015 membangun Raja Ampat dengan Visi: Terwujudnya Kabupaten Raja Ampat sebagai Kabupaten Bahari yang didukung sumber daya kelautan dan perikanan serta pariwisata menuju masyarakat Raja Ampat yang madani,”
Visi ini, kata Marcus Wanma, sebagai ungkapan jati diri kabupaten Raja Ampat yang merupakan daerah kepulauan dengan memiliki 1867 pulau, Empat diantaranya pulau besar antara lain Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo. Dari keseluruhan pulau yang ada hanya 35 pulau yang berpenghuni sedangkan pulau lainnya belum berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama. Dan, 90 % penduduk kabupaten Raja Ampat menggantungkan hidup dari sumber daya laut. Secara pemerintahan, kabupaten Raja Ampat saat ini memiliki 24 distrik, 4 kelurahan dan 117 kampung.
Selain fokus pada pembangunan kampung, Marcus Wanma juga memberikan perhatian serius pada pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata, perikanan dan kelautan. Bagi Marcus Wanma, kedua sektor ini merupakan lokomotif bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Raja Ampat yang ditunjang dengan sektor lainnya. Hasilnya, dalam waktu yang singkat, nama Raja Ampat terkenal di Manca Negara. Bahkan saat ini Raja Ampat menjadi salah satu destinasi wisata selam terbaik di dunia.
Dengan menjadikan pariwisata, perikanan dan kelautan sebagai sektor unggulan Raja Ampat maka pembangunan konservasi perairan merupakan juga merupakan salah perhatian serius Pemda Raja Ampat dibawah kepimpinan Marcus Wanma. Bahkan Raja Ampat merupakan salah satu daerah yang memberikan sumbangan terbesar bagi pengembangan konservasi perairan di Raja Ampat. Saat ini ada enam Kawasan Konservasi Laut Daerah yang ada di Raja Ampat dengan total luasnya mencapai 1,2 Juta hektar.
RIWAYAT HIDUP BUPATI RAJA AMPAT
Nama : Drs. Marcus Wanma, M.Si
Tempat Tanggal Lahir : Asukweri, 27 Agustus 1950
Agama : Kristen Protestan
Istri : Salomina Sokoy Wanma, S.Kep
Anak: 1. Fransiska Yolanda Wanma
2. Frangky Wanma
3. Frenska Amanda Wanma
Riwayat Pendidikan
1963 :SD Asukweri Kabupaten Raja Ampat
1967 : SMP YPK Klademak, Kabupaten Sorong
1970 : SMEA Negeri Manokwari, Papua Barat
1976 : Fakultas Universitas Cendrawasih (Sarjana Muda)
1987 : S1 Administrasi Negara, Ujung Pandang
2000 : Pasca Sarjana UGM Ekonomi dan Pembangunan
Riwayat Pekerjaan:
1978: Kepala Seksi Perumahan pada Sub Direktorat Ketertiban Umum
Kabupaten Sorong
1980: Kasubang Pengembangan Karier Pada Bagian Kepegawaian
Kabupaten Sorong
1989: Kasubag Bagian Umum di Kabupaten Sorong
1994: Pemeriksa pemerintahan dan Agraria pemerintah Kabupaten
Sorong
1995: Kabag Kepegawaian Pemerintah Kabupaten Sorong
2000: Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Sorong\
2001: Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kabupaten
Sorong
2003: Penjabat Bupati Raja Ampat
2005-2010: Bupati Raja Ampat (Periode Pertama)
2010-2015: Bupati Raja Ampat (Peridoe Kedua)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment