Wednesday, September 13, 2017

MAS KAWIN: SIMBOL KETULUSAN CINTA

foto: desire sanady



Pepatah, "Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung" bukan asing lagi bagi pendengaran kita. Pepatah ini mengingatkan kita bahwa dimanapun kita berada kita harus menjunjung tinggi dan menghargai adat istiadat setempat.

Paulo Cuehlo mengatakan, "culture makes people understand each other better. And if they understand each other better in their soul, it is easier to overcome the economic and political barriers. But first they have to understand that their neighbour is, in the end, just like them, with the same problems, the same questions.”

Artinnya budaya itu membuat kita saling menghargai dalam suatu ikatan kasih dan persaudaraan.

"Mas Kawin" merupakan salah satu adat istiadat yang hidup dan berkembang dalam masyarakat kita. Budaya atau ada istiadat ini biasanya dilakukan seorang laki-laki saat mempersunting seorang gadis. Ataupun sebaliknya.

Karena dalam budaya tertentu tidak saja laki-laki menyerahkan mas kawin tapi seorang gadis bisa juga menyerahkan mas kawin.

Bagi saya mas kawin tidak saja sebagai simbol budaya soal penyerahan harta benda dalam proses pernikahan adat.

Foto: by. Petrusrabu

Tetapi mas kawin adalah salah satu simbol atau ungkapan cinta yang tinggi dan luhur. Dalam berbagai ada istiadat yang berkembang di tanah, cara mengungkapkan cinta itu berbeda-beda. Tentunya sesuai dengan adat istiadat berkembanga dan kondisi sosial budaya, ekonomi dan lingkungan setempat.

Dan jika budaya adalah ungkapan jatidiri maka mas kawin juga bisa diartikan sebagai bentuk penyerahan diri.

Mas kawin adalah simbol kejujuran, keiklasan dan ketulusan cinta. Entah dari seorang laki-laki atau sebalik dari pihak wanita...

Karena cinta tak butuh kata-kata dan puisi. Cinta tak butuh pujian. Cinta yang tulus butuh pengorbanan. Butuh perjuangan. Dan cinta itu butuh dukungan dan kerja sama.

Dukungan dan kerja sama antar kedua belah pihak tetapi juga doa dan dukungan orang-orang sekitar. So---jangan anggap sepele mas kawin ya. #petrusrabu





No comments:

Post a Comment