INDAHNYA BERWISATA DI TELUK MAYALIBIT-RAJA AMPAT
(CATATAN PERJALANAN SENIN, 28 MARET 2016)
Bagi pembaca tetapi juga
wisatawan nama “Teluk Mayalibit” tentunya bukan asing lagi. Teluk Mayalibit
merupakan kawasan wisata yang juga memiliki daya tarik sendiri di bumi bahari Raja
Ampat. Teluk Mayalibit merupakan salah tujuan wisata favotite di Raja Ampat.
Selain karena dekat dengan Waisai, tetapi Teluk Mayalibit juga memiliki obyek
wisata menarik. Dan salah satu yang digandrungi saat ini adalah Obyek Wisata
Kalibiru, yang letak tak Jauh dari
Warsamdin-Ibukota Distrik Teluk MayalIbit.
Mengisi liburan hari
ini (Senin, 28 Maret 2016), saya dan keluarga mencoba untuk merasakan sensasi
keindahan alam Teluk Mayalibit. Bagi saya, Teluk Mayalibit bukan hal yang
asing. Maklum selama bekerja di bagian Humas Setda Raja Ampat saya memiliki
banyak kesempatan, bahkan saya telah berulang-ulang mengunjungi kampung-kampung
di kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Laut daerah oleh
Pemda Raja Ampat tersebut.
Berwisata ke Teluk
Mayalibit dengan mengambil titik start Waisai-Ibukota Kabupaten Raja Ampat
sangatlah muda. Ada dua jalur yang bisa digunakan untuk menjangkau kawasan
tersebut. Jalur darat dan jalur laut. Saat
ini jalur darat merupakan jalur yang digemari wisatawan selain karena biaya
yang murah tetapi juga mudah diakses. Hanya dengan menyewa kendaraan roda dua
dan roda empat wisatawan bisa sampai di teluk Mayalibit. Selain jalur darat, wisatawan bisa juga
melalui jalur laut, tentunya dengan menggunakan speedboat atau long
boat.
Akhirnya dengan
menggunakan kendaraan roda empat, saya dan keluarga pun mengambil waktu untuk
berjalan-jalan ke Teluk Mayalibit hari ini (senin 28 Maret 2016). Karena perjalanana ini selain
berwisata tetapi kunjungan keluarga ke salah keluarga di Warsamdin, kamipun
berangkat siang hari setelah makan siang. Setelah semuanya siap termasuk
menambah jumlah BBM di kuda pacuan kami, kami pun bergerak menuju Warsamdin.
Kampung Warsamdin
sendiri merupakan gerbang masuk untuk menikmati exotisnya alamnya Teluk
Mayalibit. Lepas dri Waisai-Ibukota Kabupaten Raja Ampat di sepanjang perjalanan yang jaraknya kurang
lebih 21 Km tersebut kami banyak menyaksikan pemandangan yang menarik.
Pepohonan rindang sepanjang perjalanan itu benar-benar memanjakan mata. Selain
menikmati panorama alam yang masih asli tersebut, kami juga menyaksikan geliat
aktivitas ekomo masyarakat disepanjang perjalanan yang memakan waktu 45 menit
tersebut. Ada yang bercocok tanam, ada
yang sibuk dengan cetak batu tela. Sejumlah kios kecil menghiasi kiri kanan
jalan yang sudah diaspal tersebut.
Selain menyaksikan
panorama alam yang masih asli berupa hutan yang masih asli dan aktivitas
ekonomi masyarakat, kami juga sempat berhenti di Taman Wisata Air Terjun. Taman
Wisata Air Terjun yang berada dipertengahan perjalanan Waisai-Warsambin merupakan
juga obyek wisata yang banyak diminati wisatawan local di Raja Ampat. Kami memang sempat berhenti sejenak untuk melihat
Taman Wisata Air Terjun tersebut. Kami tak
sempat mendekat, karena kami harus berpacu dengan waktu.
Selepas dari Taman
Wisata Air terjun kami pun meneruskan perjalanan. Perjalanan dari Taman Wisata
Air Terjun menuju kampung Warsamdin memang masih dalam tahan perbaikan sehingga
saya harus mengurangi laju kendaraan. Alam dengan keindahan yang sama tetap
menghiasi sisa perjalanan kami ke Warsamdin.
Walaupun sebagian jalannya kadang menanjak dan kadang terjal akhirnya
kami tiba di Kampung Warsamdin. Perjalanan kali kami hanya sampai di Warsamdin
karena kami memiliki agenda keluarga dengan salah satu keluarga disana.
Namun disana kami
menjumpai kelompok lain yang tengah melakukan perjalanan wisata ke Teluk
Mayalibit tepatnya Obyek Wisata Kalibiru. Obyek Wisata Kalibiru sendiri berada tak
jauh dari Kampung Warsamdin. Untuk sampai ke Obyek Wisata Kalibiru wisatawan bisa
menyewa longboat masyarakat yang ada.
Kampung Warsamdin sendiri
merupakan Ibukota Distrik Teluk Mayalibit, salah satu distrik di Kawasan Teluk
Mayalibit. Juga ada Distrik Tiplol Mayalibit yang terletak bagian dalam teluk
yang menjulur kedaratan Pulau Waigeo tersebut. Kampung Warsamdin yang berada di
muara Teluk Mayalibit ibarat gerbang masuk teluk mayalibit. Karena itu juga
ingin menikmat obyek wisata lain di Teluk mayalibit maka wisatawan harus
merogoh kocek untuk menyewa alat transportasi laut berupa longboat masyarakat.
Sejumlah obyek wisata
menarik bisa dijumpai di Teluk Mayalibit,s ebut saja misalnya Obyek Wisata
berupa Jenis Kelamin Manusia, Juga ada kegiatan wisata balobe (menangkap ikan
lema dengan cara menimba) namun kegiatan dilaksanakan malam hari ketika bulan
gelap.
Di Teluk Mayalibit,
wisatawan bisa melihat gunung tertinggi di Raja Ampat, yakni gunug Noh.
Tentunya masih banyak obyek wisata menarik lain yang terdapat di Teluk
Mayalibit.
Data-data
penting tentang Kawasan Konservasi Laut Daerah Teluk Mayalibit berdasarkan
kajian Conservation Internasional (CI) Program Raja Ampat, TNC Raja Ampat dan
UNIPA Manokwari sebagai berikut:
v Luas kawasan:
53.100 Ha
v Sumber
pendapatan utama: perikanan, perkebunan dan hasil hutan
v Populasi: 3.190
jiwa
v Agama: Kristen
dan Islam
v Titik penyelaman
pada mulut teluk dengan tipe penyelaman mengikuti arus (drift dive) dan
penyelaman air keruh (muck dive).
v Mulut Teluk
Mayalibit menjadi perlintasan 3 jenis paus (sperm whale, killer whale, paus
pembunuh palsu), 5 jenis lumba lumba (Tursiops truncatus, Tursiops aduncus,
Stenella longirostris, Grampus griseus, Sousa chinensis) dan Dugong (Dugong
dugon)
v Daerah peneluran
ikan lema atau kembung (Rastrelliger kanagurta)
v Daerah penghasil
ikan lema di Raja Ampat
v Penghasil anak
udang atau masyarakat menyebutnya dengan Kasia
v Penghasil
kepiting bakau

No comments:
Post a Comment