Tuesday, February 19, 2013

Raja Ampat Juara Lomba Konservasi dan Penghijauan Tingkat Papua Barat

Raja Ampat kembali mencatat namanya pada lembaran sejarah pemerintah Provinsi Papua Barat. Kali ini Raja Ampat tercatat sebagai kabupaten yang meraih juara lomba penghijauan dan konservasi Alam Wana Lestari Tingka Provinsi Papua Barat Tahun 2012. Data yang dihimpun dan diterima bagian humas pemda Raja Ampat dari Dinas Kehutanan Kabupaten Raja Ampat menyebutkan lomba penghijauan dan konservasi alam wana lestari merupakan agenda tahunan Kementrian Kehutanan dalam rangka memberikan penghargaan kepada daerah yang berhasil dan sukses pada upaya rehabilitasi lahan dan konservasi sumberdaya alam. “Pemenang lomba merupakan unsur aparat pemerintah dan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar merangsang dan memotivasi seluruh komponen masayarakat untuk secara aktif ikut terlinat dan berperan dalam upaya rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam,” tulis Josep M. Latuihamallo, S,Hut Kelapa Bidang Pengendalian dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Raja Ampat melalui press reales yang diterima Bagian Humas, Rabu 20 Pebruari 2013. Dalam rangka lanjut Josep, Dinas Kehutanan Kabupaten Raja Ampat adalah instasi yang ditunjuk oleh Kementrian kehutanan sebagai salah satu institusi yang melakukan seleksi dan penilaian terhadap peserta lomba Penghijauan dan Konservasi Alam (PKA) di Tingkat Kabupaten yang kemudian dimajukan mengikuti seleksi di Tingkat Provinsi oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Papua Barat dan di Tingkat Nasional oleh Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Melalui Keputusan Mentri Kehutanan RI nomor : SK.430/Menhut-II/2012 maka Kabupaten Raja Ampat yang di Wakili oleh Saudara YESAYA MAYOR penduduk Kampung Sawinggrai Distrik Meosmansar, terpilih sebagai Penerima Penghargaan Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Tingkat Provinsi tahun 2012 untuk Kategori Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). Pemenang lomba memperoleh Plakat, Piagam Penghargaan dan Sejumlah Uang dari Kementrian Kehutanan di Jakarta. “Dengan adanya kegiatan ini maka Dinas Kehutanan Kabupaten berharap kiranya seluruh komponen masyarakat dapat termotivasi untuk melakukan upaya rehabilitasi hutan dan konservasi alam,” terang Joseph. Salah satu indikator semakin sadarnya masyarakat dalam upaya rehabilitasi hutan dan konservasi alam adalah dengan adanya Instruksi Bupati Raja Ampat kepada setiap SKPD untuk melakukan aksi penanaman pohon trembesi disepanjang jalan-jalan utama di Kota Waisai beberapa waktu belakangan ini. Semoga prestasi yang telah diraih ini dapat dipertahankan dan bahkan dapat ditingkatkan sehingga akan muncul para pemerhati serta kelompok-kelompok masyarakat yang peduli terhadap hutan di Kabupaten Ratusan Pulau ini. Ia menjelaskan pembangunan kehutanan saat ini telah mengalami perbuahan paradigma yang lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat dan lingkungan (sosio ecological benefit oriented) dan desentralisasi dan berbasiskan masyarakat (community based forest management) telah memberikan peluang kepada masyarakat yang tinggal disekitar hutan untuk mengelola sumberdaya hutan secara optimal dengan tetap memperhatikan kelestariannya. Hal ini membuat Pemerintah dalam hal ini Kementrian Kehutanan menitikberatkan upaya rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam dalam proritas utama nomor 2 (dua) dari 6 (Enam) Kebijakan Pembangunan Nasional Kehutanan. “Semenjak dahulu kala memang masyarakat kita sudah sangat memahami dan melaksanakan prinsip-prinsip pengelolaan hutan yang memperhatikan aspek konservasi yakni dalam bentuk kearifan-kearifan lokal. Besarnya peran aktif masyarakat menjadi salah satu perhatian dari kementrian kehutanan untuk memberikan penghargaan sebagai wujud kepeduliannya terhadap peran masyarakat,” ujar Joseph. (ptr)

No comments:

Post a Comment