Wednesday, November 28, 2012

Berbagi Sarapan Dengan Ribuan Ekor Ikan di Laut Raja Ampat


“Pagi ini saya berbagi sarapan dengan ikan-ikan. Di dermaga itu, ketika saya menurunkan tangan ke permukaan air, ribuan ekor menyerbu nasi goreng yang ada di tangan saya. Ikan yang hidup dilaut lepas dengan berbagai ukuran serta beragama warna itu begitu jinak. Ikan-ikan itu makan makanan ditangan saya. Ini pengalaman yang luar biasa dan pertama dalam hidup saya. Saya belum pernah alami seperti ini ditempat lain.”
Demikian Rosarita Niken Widyastuti, Direktur Utama Lembaga Pengiaran Publik Radio Repulik Indonesia (LPP RRI) Jakarta mengawali Dialog Nasional Prog 3 RRI Jakarta dengan Tema Lestarikan Raja Ampatku yang berlangsung di Resort Waiwo, Distrik Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa 27 November 2012.
Kepada pendegar setia RRI ia mengajak untuk datang ke Raja Ampat untuk membuktikan pengalaman menakjubkan tersebut. Selama berada di Resort Waiwo, selain mengelar dialog yang disiarkan langsung dari resort Waiwo tersebut, Rosarita juga sempat mengunjungi obyek-obyek wisata sekitar.
“Rugi kalau pendengar tidak mengalami pengalaman-pengalaman menarik yang ada di Raja Ampat, maka datanglah untuk mengalaminya sendiri,” tambah Rosarita.
Memberi makan ikan warna-warni adalah atraksi wisata bahari yang banyak tidak diketahui masyarakat Indonesia di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Ikan laut warna biru, kuning, hijau, dan merah keluar dari permukaan laut apabila pengunjung memberi makanan ikan di dermaga pantai. Layaknya kita memberika makan ikan-ikan di akuarium raksasa tanpa batas di lautan.
Di resort Waiwo, yang berada tidak terlalu jauh dari Kota Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat para pengunjung akan menyaksikan dan mengalami atraksi terrsebut. Disana, tepatnya di dermaga, wisatawan dengan leluasa memberikan makan ikan. Begitu makanan diturunkan maka berbagai jenis ikan akan muncul dengan berbagai ukuran serta berama corak warna. Para pengunjung cukup menyediakan nasi, roti atau mie goreng. Makanan tersebut juga mudah didapatkan karena pengelola resort waiwo juga telah menyediakan berbagai jenis makanan.
Atraksi pemberian makan ikan memang bukan hanya di Resort Waiwo, hampir semua kampung Wisata yang telah ditetapkan pemda Raja Ampat, sebut saja misalnya di kampung Saundarek, kampong Sawingray , Kampung Yenbekwan dan Kampung Arborek juga terdapat aktivitas pemberian makan ikan. Ini tentunya potensi wisata yang sangat potensial dan memberikan alternative wisata yang sangat menarik bagi wisatawan.
Dalam session dialog Rosarita mengaku kagum dengan keindahan Raja Ampat. Ia mengharapkan keindahan Raja Ampat harus dijaga dan dilestarikan. Namun untuk melestarikan raja ampat ia berharap kerja sama semua elemen masyarakat Raja Ampat. “Raja Ampat ini kaya. Semua unsure harus bertanggunjawab untuk melestarikan Raja Ampat,’” jelasnya.
Dijelaskannya untuk mendukung upaya pelestarian Raja Ampat, kedepan RRI akan memberikan porsi waktu bagi siaran pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Raja Ampat. “RRI mempunyai kewajiban untuk mempromosikan keindahan Raja Ampat. Kedepan kita akan memberikan lebih banyak waktu untuk siaran pendidikan dan promosi Raja Ampat,” katanya.
Selain dirut LPP RRI Sorong, dialong nasional tersebut juga menghadiri narasumber antara lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo,S.Pi,M.Si, Program Manager CI Raja Ampat, Albert Nebore, Wakil Ketua DPRD Raja Ampat, Yohanis Rumbarak, Lanal Sorong dan tokoh Masyarakat Raja Ampat. (***)

No comments:

Post a Comment