Berbagi Sarapan Dengan Ribuan Ekor Ikan di Laut Raja Ampat
“Pagi
ini saya berbagi sarapan dengan ikan-ikan. Di dermaga itu, ketika saya
menurunkan tangan ke permukaan air, ribuan ekor menyerbu nasi goreng yang ada
di tangan saya. Ikan yang hidup dilaut lepas dengan berbagai ukuran serta
beragama warna itu begitu jinak. Ikan-ikan itu makan makanan ditangan saya. Ini
pengalaman yang luar biasa dan pertama dalam hidup saya. Saya belum pernah
alami seperti ini ditempat lain.”
Demikian
Rosarita Niken Widyastuti, Direktur Utama Lembaga Pengiaran Publik Radio
Repulik Indonesia (LPP RRI) Jakarta mengawali Dialog Nasional Prog 3 RRI
Jakarta dengan Tema Lestarikan Raja Ampatku yang berlangsung di Resort Waiwo,
Distrik Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa 27 November
2012.
Kepada
pendegar setia RRI ia mengajak untuk datang ke Raja Ampat untuk membuktikan
pengalaman menakjubkan tersebut. Selama berada di Resort Waiwo, selain mengelar
dialog yang disiarkan langsung dari resort Waiwo tersebut, Rosarita juga sempat
mengunjungi obyek-obyek wisata sekitar.
“Rugi
kalau pendengar tidak mengalami pengalaman-pengalaman menarik yang ada di Raja
Ampat, maka datanglah untuk mengalaminya sendiri,” tambah Rosarita.
Memberi
makan ikan warna-warni adalah atraksi wisata bahari yang banyak tidak diketahui
masyarakat Indonesia di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Ikan laut warna
biru, kuning, hijau, dan merah keluar dari permukaan laut apabila pengunjung
memberi makanan ikan di dermaga pantai. Layaknya kita memberika makan ikan-ikan
di akuarium raksasa tanpa batas di lautan.
Di
resort Waiwo, yang berada tidak terlalu jauh dari Kota Waisai, ibukota
Kabupaten Raja Ampat para pengunjung akan menyaksikan dan mengalami atraksi
terrsebut. Disana, tepatnya di dermaga, wisatawan dengan leluasa memberikan
makan ikan. Begitu makanan diturunkan maka berbagai jenis ikan akan muncul
dengan berbagai ukuran serta berama corak warna. Para pengunjung cukup
menyediakan nasi, roti atau mie goreng. Makanan tersebut juga mudah didapatkan
karena pengelola resort waiwo juga telah menyediakan berbagai jenis makanan.
Atraksi
pemberian makan ikan memang bukan hanya di Resort Waiwo, hampir semua kampung
Wisata yang telah ditetapkan pemda Raja Ampat, sebut saja misalnya di kampung
Saundarek, kampong Sawingray , Kampung Yenbekwan dan Kampung Arborek juga
terdapat aktivitas pemberian makan ikan. Ini tentunya potensi wisata yang
sangat potensial dan memberikan alternative wisata yang sangat menarik bagi
wisatawan.
Dalam
session dialog Rosarita mengaku kagum dengan keindahan Raja Ampat. Ia
mengharapkan keindahan Raja Ampat harus dijaga dan dilestarikan. Namun untuk
melestarikan raja ampat ia berharap kerja sama semua elemen masyarakat Raja
Ampat. “Raja Ampat ini kaya. Semua unsure harus bertanggunjawab untuk
melestarikan Raja Ampat,’” jelasnya.
Dijelaskannya untuk mendukung upaya pelestarian Raja
Ampat, kedepan RRI akan memberikan porsi waktu bagi siaran pendidikan dan
pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Raja Ampat. “RRI mempunyai kewajiban
untuk mempromosikan keindahan Raja Ampat. Kedepan kita akan memberikan lebih
banyak waktu untuk siaran pendidikan dan promosi Raja Ampat,” katanya.
Selain
dirut LPP RRI Sorong, dialong nasional tersebut juga menghadiri narasumber
antara lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Raja Ampat, Yusdi
Lamatenggo,S.Pi,M.Si, Program Manager CI Raja Ampat, Albert Nebore, Wakil Ketua
DPRD Raja Ampat, Yohanis Rumbarak, Lanal Sorong dan tokoh Masyarakat Raja
Ampat. (***)
No comments:
Post a Comment